
Bahkan sampai di daearah pedalaman pun mereka mempunyai musik dan lagu sendiri, walaupun sangat sederhana.
Sedangkan kita yang hidup di
Sebenarnya, musik itu sendiri memang mempunyai efek yang dahsyat untuk kejiwaan.
Dengan mendengarkan musik, kita bisa suasana hati kita.
Dari yang semula sedih jadi senang, yang lagi bete jadi semangat, dan bisa jadi kalau kita dengerin musik cadas, emosi kita bisa terpancing jadi brutal.
Nah, musik yang sekarang lagi ngetren di
Banyak sekali muncul penyanyi dan grup band baru.
Ini suatu pertanda, bahwa banyak orang
Di Indonesia, mayoritas tema dan lirik lagu yang dinyanyikan adalah tentang CINTA.
Nah, disini baru timbul suatu permasalahan.
Kalau kita dengar lagu2 beredar sekarang, banyak artis penyanyi dan grup musik yang selalu membawakan tema cinta. Bahkan hampir semua album mereka hanya membawa tema cinta.
Trus, dimana masalahnya ?
Masalahnya ya di kata CINTA itu.
Lho..? kok bisa..?
Kenapa hayoo..??
Karena, cinta yang dimaksud di dalam lagu itu adalah cinta antara dua manusia, pria dan wanita.
Sebenernya sih tidak ada maslah
Memang tidak ada masalah, kalau kita tidak berlebihan.
Coba kita dengarkan lagu2 tentang cinta, di situ kita sering dengar kata2 “engkaulah pujaanku”, “aku tidak bisa hidup tanpamu”, “kaulah satu – satunya cinta dalam hatiku”, “kaulah nafasku”, “lebih baik mati dari pada patah hati”, dan masih banyak lagi kalimat2 cinta yang dibuat se-puitis dan se-romantis mungkin, dan dibuat seolah – olah cinta antara satu pria dan satu wanita itu adalah segala – galanya di dunia, segala – galanya untuk hidup kita. Cinta yang menempati kedudukan paling tinggi di dunia ini.
Apa benar sih, kalau cinta itu seolah – olah menjadi nafas kita? Apakah kita bisa mati atau mungkin kita memilih mati kalau kita patah hati?
Apakah harus seperti itu..?
Kita ini
Dan cinta inilah yang hakiki. Benar kalau cinta ini adalah nafas kita. Kita akan “mati” kalau tidak ada cinta ini.
Lalu, bolehkah kita menggeser kedudukan cinta hakiki ini dengan cinta kita terhadap lawan jenis..?
Mungkin memang bukan maksud dari pencipta atau pun pelantun lagu tsb.
Mereka mungkin hanya berniat sekedar membuat suasana lagu itu nampak begitu nyata, nampak puitis dan romantis.
Tapi mereka mebuatnya dengan kalimat2 yang seolah – olah sangat mengagungkan cinta antar lawan jenis.
Apakah hal ini bisa ditolerir oleh agama (islam khusunya)?
Bahkan sampai saat ini, sebagian dari para ulama islam di
Sebagian bilang halal, sebagian bilang boleh, sebagian bilang haram.
Kalau kita melihat permasalahan yang kita bahas ini, mungkin sebagian dari kita akan setuju kalau musik itu haram, (tapi tidak semua musik / lagu / nyanyian tentunya).
Sering kali kita dengan tidak sengaja ikut melantunkan lagu2 tsb.
Bahkan sering juga kita malah berusaha untuk menghafalkan lirik lagu tsb.
Memang sih, kita bisa merasa nyaman kalau kita bersenandung dan bernyanyi, walaupun hanya untuk iseng, tapi dengan begitu berarti dengan tida sengaja kita juga telah mengucapkan kalimat2 yang sangat memuja dan mengagungkan cinta terhadap lawan jenis kita.
Hanya diri kita sendir yang bisa menarik kesimpulan dari pembahasan di atas, karena setiap orang mempunyai pola pikir dan pandangan yang berbeda terhadap suatu hal.
Tapi hanya satu pemegang keputusan mutlak, yaitu Allah SWT.

2 comments:
tp klo g' da musik hidup jdi hampa
benar sekali bro...
hampa..
brati kita harus bisa memilih dan memilah lagu dunks...
Poskan Komentar