KEMATIAN, terdengar begitu seram untuk banyak orang.
Sebenarnya, kenapa sih orang - orang takut dengan mati..?
Mati merupakan proses akhir hidup kita di dunia.
Semua makhluk hidup pasti akan mati, karena memang di desain seperti itu oleh Penciptanya.
Kalau misalnya semua makhluk hidup akan terus hidup selamanya, apa yang akan terjadi..?
Dunia akan penuh sesak, karena selalu ada kelahiran. Kebutuhan hidup akan sangat sulit didapatkan, dan akan sangat sulit bagi kita untuk mengatur hidup kita.
Lalu, kenapa takut mati..?
Di sini penulis pun susah untuk menjawabnya. Saya hanya bisa meraba- raba alasan yang ada secara logis.
Secara singkat,Kita takut mati karena kita tidak tahu kondisi kita pada waktu proses kematian dan kondisi setelah mati.
Apakah proses mati itu menyakitkan..? apakah menyeramkan..? atau bagaimana..? kita juga tidak tahu, karena kita belum pernah mengalaminya kan..? dan tentunya kita belum mau untuk mengalaminya… hehehe…
Proses mati itu bisa dikatakan sebentar saja, tapi sangat membuat kita merinding.
Justru keadaan setelah mati itulah yang sangat panjang sekali. Dan kondisi ini yang sangat membuat orang bertanya – tanya. Suatu pertanyaan yang sangat sulit sekali kita jawab dengan logika. Mungkin inilah yang membuat orang itu takut dengan kematian.
Kita mati, lalu kita akan masuk ke alam kubur sampai kiamat menimpa dunia.
Kapan kiamat itu datang kita juga tidak bisa manjawabnya. Kita hanya berharap : JANGAN KIAMAT!!
Berarti kita akan berada di alam kubur dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.
Kita kan berada di suatu tempat yang sempit, gelap, pengap, yaitu di dalam liang lahat.
Entah apa yang akan terjadi di sana, kita tidak bisa membayangkannya. Sampai hitungan waktu yang bagaimana kita di dalam sana juga tidak ada yang tahu.
Memang menakutkan kalau kita berpikir sampai ke sana. Lebih – lebih kita juga tahu, bahwa ada sesuatu yang terjadi di sana, yaitu siksa kubur bagi yang “layak” mendapatkannya. Atau mungkin suatu kondisi yang sangat2 menyenagkan bagi orang2 yang memang berhak untuk itu.
Kalau kita berpikir sampai kesana, memang layak kalau kita harus takut.
Setelah alam kubur, dan dunia kiamat, kita akan mengalami lagi suatu kondisi yang luar baisa, yaitu prose hisab bagi semua orang yang pernah hidup.
Suatu proses dimana kita akan berada dalam kondisi berjejal, sangat panas sekali, karena jarak kepala kita dan matahari akan sangat dekat.
Proses ini Insya Allah akan memakan waktu yang kit asendiri tidak bisa menghitungnya.
Entah sampai kapan kita harus antri untuk mendapat giliran untuk di hisab.
Belum berhenti di situ saja, masih ada lagi satu hal yang akan berlaku secara kekal, yaitu surga atau neraka. Dan hal inilah yang sangat menentukan kehidupan pribadi kita kelak.
Kita semua pastinya akan memilih Surga. Karena sudah jelas, kalu kehidupan di sana akan sangat2 indah sekali dan tidak bisa kita bayangkan sebelumnya.
Kalau neraka, kita pun tidak bisa membayangkan, siksaan seperti apakah yang akan terjadi di sana.
Sangat mengerikan, dan otak kita tidak akan bisa menggambarkan kepedihan yang akan terjadi di sana.
Nah, mungkin karena hal2 seperti itulah kita menjadi takut menghadapi kematian kita.
Pikiran kita tidak akan sampai untuk membayangkan hal2 diatas.
Akan tetapi, tidak semua orang itu takut dengan kematian.
Bagi mereka yang memang sudah “ mempersiapkan diri “ untuk menghadapi kematian, akan merasa tenang. Mereka yang yakin akan janji2 Allah SWT, akan menanti ajal mereka tanpa rasa takut.
Tapi bagi sebagian besar manusia, kita masih ragu dengan kesiapan kita sendiri.
Kita masih banyak yang terlena dengan keindahan dunia. Kita terbius dengan kehidupan dunia sehingga lupa mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.
Tapi kenapa ada juga orang – orang yang bunuh diri..?
Mereka merasa sudah putus as, tidak kuat lagi menghadapi kondisi dunia, lalu berusaha untuk mengakhiri hidupnya di dunia dan memasuki alam yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Padahal bunuh diri itu adalah hal yang merupakan dosa besar. Kalau memang dosa besar, barati sebenarnya kita sudah bisa mengira- ira, kearah manakah jalan kita nanti….
Tapi kok mereka mau saja untuk bunuh diri..? apakah karena pikiran mereka sudah tertutup oleh bisikan setan..? atau merek atidak percaya dengan janji2 Penciptanya..? Atau apakah mereka ini termasuk golongan orang2 yang “pemberani”..? Terlalu berani barang kali….
1 komentar:
- -'
Poskan Komentar